Tampilkan postingan dengan label Liputan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 September 2021

HIDUPKAN LAGI ORGANISASI MAHASISWA YANG VAKUM

"Gambar: Ilustrasi"


Usai PPKM yang hampir 3 tahun lamanya, dan tak pernah ada kegiatan kemahasiswaan, minggu ini sebagian mahasiswa mulai menghidupkan kembali organisasi-organisasi yang sempat vakum, meski masih ada satu dua Ormas yang belum hidup kembali. 


Badan Eksekutif Mahasiswa khususnya atau biasa di singkat BEM, hari ini (24/09) telah menentukan Pemimpin baru dan menunjuk Agil Prasetya Mahasiswa Bahasa Arab semester lima sebagai Presiden Mahasiswa menggantikan Yusuf Fatkhurrohman yang memang sudah berakhir masa jabatannya sebelum PPKM dan perkuliahan daring. Pemilihan Ketua BEM yang baru ini dilakukan secara Aklamasi dalam diskusi yang di pimpin oleh Muhammad Hamdan M.Pd yang juga merupakan Dosen STAINU Madiun. 


Pada tahun ini juga, HIMAPRODI Bahasa Arab yang dari dulu berjalan tanpa struktural organisasi, juga menunjuk Ketua baru yaitu Rifki Fauzan Akrom Mahasiswa Bahasa Arab Semester Tujuh. Meskipun sudah di tunjuk Ketua baru, struktural organisasi HIMAPRODI masih belum resmi dan masih harus menunggu Presiden Mahasiswa di aktifkan, karena HIMAPRODI garis haluan organisasnya berada di bawah naungan BEM. Di harapkan dengan adanya pengurus yang di bentuk, HIMAPRODI dapat berjalan secara struktural dan lebih baik lagi. 


Meski demikian tak dapat di pungkiri, masih ada dua organisasi mahasiswa yang vakum sampai saat ini yaitu Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SANUBARI dan Al-Banjari Musthofa Adnan, harapan kedepanya semoga segera di adakan regenerasi kepengurusan dalam dua organisasi tersebut./ A6/01

Kamis, 07 Maret 2019

HUJAN TERUS MENGGUYUR MEMBUAT AIR TAK KUNJUNG SURUT



            Pagi tadi Tim SAR masih berupaya mengevakuasi korban banjir yang masih terjebak dengan menggunakan perahu karet. Terutama di Desa Garon Kecamatan Balerejo, beberapa ibu-ibu dan juga anak-anak berhasil di amankan dan di bawa ke posko yang berada di Kantor Kecamatan Balerejo.
            Saat ini di Desa Garon Kecamatan Balerejo, air setinggi mata kaki juga masih mnggenangi ruas jalan utama Madiun-Caruban, selain itu di desa Klubuk, air kembali naik karena subuh tadi hujan mengguyur hingga pukul 8 pagi.
"Ruas jalur utama Madiun-Caruban yang masih terendam banjir"

Hingga hari ini (7/3) sudah banyak relawan dan juga bantuan berdatangan dari berbagai kalangan. Saat ini ada empat posko yang siap menampung bantuan yaitu Kantor Kecamatn Balerejo, Kantor Desa Klumutan Saradan, Pasar Baru Caruban, dan Dapur umum Desa Ngampel Mejayan.
Bantuan yang dibutuhkan untuk saat ini adalah pakaian layak pakai, sembako, dan juga obat-obatan. Selain bantuan tersebut yang masih di perlukan adalah bantuan tenaga relawan khususnya di waktu malam hari.
"Gubernur Jawa Timur Khofifah di dampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami saat mengunjungi Posko bencana banjir"

Siang ini sekitar pukul 11.30, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, M.Si juga sudah tiba di lokasi bencana dan memantau korban banjir di Posko Kantor Kecamatan Balerejo. Khofifah juga memberikan bantuan kepada korban banjir yang di dampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami.  (F/A6)

Jumat, 17 Agustus 2018

UPACARA KEMERDEKAAN INDONESIA DI TEMPAT KPM




17 Agustus merupakan suatu momentum sakral yang di peringati bangsa ini, di tanggal inilah bangsa Indonesia mendapatkan kemerkedaannya. Dan untuk memperingatinya, upacara bendera di laksanakan untuk menghormati perjuangan para palawan yang sudah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Hari ini (17/8/18) upacara peringatan kemerdekaan Indonesia juga di laksanakan di Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun, lebih tepatnya di lapangan lingkungan Kantor Kecamatan Gemarang. Upacara tersebut di ikuti oleh para pegawai pemerintahan dan jajaran perangkat sekecamatan Gemarang, selain itu juga di ikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA sederajat sekecamatan Gemarang.
(Barisan Mahasiswa KPM STAINU Madiun)

Mahasiswa STAINU Madiun yang sedang menjalani KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) di pun tidak ingin ketinggalan untuk mengikuti upacara peringatan kemerdekaan ini. Beberapa mahasiswa yang berasal dari dua posko yaitu posko yang berada di Desa Gemarang dan Posko yang berada di Desa Sebayi ini pun juga terlihat mengisi barisan yang berjejer rapi.

Upacara berlangsung khidmad, dan sore harinya, beberapa mahasiswa KPM juga ikut serta dalam upacara penurunan bendera di lapangan yang sama. A6

Rabu, 15 Agustus 2018

LAGI, KALI INI UNTUK KORBAN GEMPA DI LOMBOK NTB

"Salah satu pengguna jalan yang memberikan sumbangan" (foto oleh: Wahyu S.W) 

Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada hari Minggu 5 Agustus kemarin menyisakan duka yang mendalam bagi para korban, banyak yang kehilangan tempat tinggal karena sudah di luluh lantakkan oleh gempa yang berkekuatan hampir 7 SR tersebut. Bukan hanya rumah, gedung perkantoran dan puluhan bahkan ratusan gedung sekolah juga ikut rata dengan tanah.
Menurut informasi yang di kutip oleh Tirto.id, mulai tanggal 5 hingga 13 Agustus 2018, sudah tercatat 593 kali gempa susulan, yang untungnya tidak berdampak terjadinya tsunami, namun dengan gempa susulan yang datang sebanyak itu semakin menambah status untuk selalu waspada.
Sore ini (15/8/18), sekitar pukul 15.00 WIB hingga selesai, Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun yang bekerja sama dengan pihak kampus dan dosen, mengadakan galang dana untuk korban bencana gempa bumi di Lombok NTB.
Lokasi yang di ambil dalam penggalangan dana ini ada di beberapa titik, salah satunya adalah simpang lima Madiun, targetnya yaitu para pengguna jalan yang berhenti di lampu traffic.
Di lihat dari penggalangan dana yang di lakukan oleh Mahasiswa STAINU Madiun ini, para pengendara nampak antusias, dan tidak sedikit pula yang ikut membantu menyumbang untuk para korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat tersebut. A6/WS

Selasa, 12 Juni 2018

SEMPAT MEMBUAT MACET BEBERAPA MENIT



Ramadhan merupakan momen spesial dan tidak sedikit orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, selain momen buka bersama yang sudah umum di lakukan salah satu yang mulai ramai di lakukan ketika ramadhan khususnya ketika menjelang berbuka puasa adalah bagi-bagi ta’jil.
Banyak komunitas, organisasi, atau lembaga-lembaga yang berbondong-bondong untuk bagi ta’jil di pinggir jalan atau juga di sekitar lampu pemberhentian, momen ini juga di gunakan mereka untuk memperkenalkan organisasi, komunitas, atau lembaga yang mereka tempati.
Begitu juga dengan beberapa mahasiswa STAINU Madiun yang juga memanfaatkan beberapa menit menjelang buka puasa ini untuk berbagi ta’jil yang di laksanakan di depan kampus yaitu di sepanjang jalan Jenderal Sudirman No 08 Madiun.


Bagi ta’jil ini sebagai penutup dari serangkan kegiatan selama bulan ramadhan yaitu Safari Ramadhan yang sudah berlangsung tiap tahun.
Sayangnya kuota ta’jil yang di bagikan belum terlalu banyak, karena perencanaannyapun juga mepet, di harapkan untuk tahun depan dapat membuat ta’jil lebih banyak lagi dan pelaksanaannya lebih maksimal lagi.
Tidak hanya membagikan ta’jil saja, mahasiswa STAINU juga membagikan brosur Pendaftaran Mahasiswa Baru untuk lebih mengenalkan Kampus STAINU Madiun ke masyarakat. /A6/


Minggu, 21 Januari 2018

KOKOHKAN PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN: Melawan paham-paham pemecah belah NKRI




Dr. Wawan H. Purwanto saat menyampaikan Materi

Setelah  sukses dengan seminar tahun lalu yang bertema radikalisme (baca disini)  dengan di narasumberi oleh Ali Fauzi Manzi M.Pd.I yaitu adik dari Amrozi (teroris) sekaligus perakit bom dan juga mantan dari teroris, dengan tujuan seminar tersebut adalah untuk melawan gerakan-gerakan radikalisme yang berkembang juga menanamkan kecintaan para generasi pemuda khususnya pelajar kepada NKRI, maka Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun menindak lanjuti kegiatan tersebut dengan melaksanakan seminar yang kedua kalinya sebagai kelanjutan dari seminar tahun lalu.
Kemarin (20/01) BEM mengadakan seminar lanjutan yang bertempat di Gedung Diklat yaitu Seminar Nasional Kebangsaan dengan tema “Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan“. Seminar ini bertujuan untuk mengokohkan persatuan di balik keberagaman guna memperkuat nasionalisme, selain itu juga untuk memperkuat kecintaan para generasi muda dalam mencintai NKRI yang pada akhir-akhir ini dirasa sudah mulai luntur, seperti yang di tuturkan oleh PK III H. Dimyati, M.Pd yang mewakili sambutan dari Ketua STAINU Madiun.
Seperti yang kita lihat saat ini bahwa mudahnya pengaksesan internet khususnya media social menjadi ladang empuk untuk menyebarkan HOAX atau berita-berita palsu, penyebaran ajaran radikal, penyebaran pemahaman dari beberapa aliran yang berusaha melemahkan NKRI yang tidak berediologi  Pancasila.
“Doktrin terorisme dan radikalisme masa kini memberdayakan internet atau media social sehingga diperlukan pengetahuan dan nalar yang kuat dalam berselancar di dunia maya” ujar Dr. Wawan H. Purwanto yang merupakan Tim Ahli Badan Nasional Penanggulangan Teroris yang menjadi salah satu Narasumber dalam seminar ini.
Selain itu Letkol Inf. Rachman Fikri, S.Sos yang merupakan Komandan Kodim 0803 Madiun juga menyampaikan bahwa “perang saat ini tidak menggunakan perang konvensional, namun saat ini musuh menggunakan metode proxy war, yaitu sebuah metode perang tanpa menggunakan kekuatan fisik yang menggunakan taktik pecah belah atau adu domba terhadap target sasaran” jika kita sebagai pengguna media social tidak hati hati maka kita sebagai generasi muda khususnya para pelajar akan terjerumus dalam penghasutan dan pengadu dombaan tersebut, “jika bangsa yang menjadi target tersebut  sudah melemah maka perlahan pihak musuh tersebut akan mengambil alih” tambahnya.
Seminar ini di hadiri oleh 400 peserta lebih, mengundang pihak pemerintahan kota dan kabupaten dan juga perwakilan perguruan tinggi se-kota/Kabupaten madiun, Perwakilan SMK, SMK dan MAN se-Kota/Kabupaten Madiun, juda Perwakilan SMP/MTs se-Kota/Kabupaten Madiun.
Dengan terlaksananya seminar nasional kebangsaan ini diharapkan dapat menambah rasa kecintaan para generasi muda kepada NKRI, tidak mudah terprovokasi dalam bermedia social, juga membentengi diri dengan semangat nasionalisme dalam berideologi Pancasila dengan tetap menjunjung kebhinekaan. (01)

Sabtu, 22 Oktober 2016

Semarak Hari Santri Nasional: Santri Sebagai Generasi Penerus Bangsa Yang Bermoral

"Pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional di Alun-alun Mejayan"
Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren seluruh Kabupaten Madiun berbondong-bondong memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) yang telah di tetapkan pada tanggal 22 oktober tahun lalu oleh Presiden Jokowi, dan tahun ini kedua kalinya para santri dari seluruh kabupaten madiun melaksanakan kirab santri yang bertitik pusat di alun-alun mejayan. Yang selanjutnya setelah semua peserta kirab berkumpul di alun-alun mejayan, mereka melaksanakan upacara bendera bersama jajaran pemerintahan
Bukan hanya santri saja yang ikut memeriahkan kirab, melainkan juga semua banon NU, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, PMII, Ansor, Banser, dan juga mahasiswa dari beberapa kampus di Kabupaten Madiun.
Dengan pelaksanaan hari santri ini di harapkan dapat memotivasi para generasi muda khususnya para santri di seluruh kabupaten madiun utnuk senantiasa mencontoh semangat para kyai, santri dan para syuhada yang turut membela NKRI pada jaman penjajahan hingga terebutnya kemerdekaan dari tangan penjajah.
Bupati Madiun H. Muhtarom. Sos yang akrab di sapa Mbah Tarom menuturkan perbedaan perjuangan para santri dulu dengan santri sekarang. Jika para kyai dan santri dulu berperang melawan penjajah dalam memepertahankan NKRI maka untuk sekarang aktualisasinya generasi muda khususnya santri harus mengisi pembangunan terlebih pembangunan dalam bidang mental.
Kita sebagai generasi muda dalam dinamika zaman yang semakin berkembang ini harus siap menghadapi tantangan-tantangan seperti halnya ancaman ideologi yang mengancam NKRI, kelompok-kelompok anarkis dan terorisme.
Mbah Tarom juga menegaskan dalam pidatonya dari sambutan PBNU yaitu kita sebagai generasi muda tidak boleh terjebak oleh radikalisme, terorisme, anarkisme sampai narkoba. Indonesia adalah sasaran empuk Negara lain karena mereka iri dengan sumber daya yang ada di negeri ini, maka dari itu generasi muda tidak boleh terpancing agar menjadi terpecah belah yang melemahkan kekuatan yang telah dimiliki sejak kemerdekaan, kita harus tetap mempertahanan kekuatan NKRI ini.
Para santri sebagai garda depan menjadi pilar bangsa tidak terjebak oleh permasalahan-permasalahan tersebut, para santri harus di bimbing agar tidak salah asuh atau salah bimbingan dan agar tidak terjebak paham ra
dikalisme seperti halnya ISIS.
KH. Mizan Basyari selaku Ketua PCNU Kabupaten Madiun menambahkan, harapan untuk para santri dengan adanya peringatan hari santri nasional ini adalah dapat menggugah semangat para santri khususnya di seluruh Kabupaten Madiun.

Pendidikan agama khususnya di kalangan pesantren memang sangat di perlukan untuk menghadapi era globaisasi agar para generasi muda tidak terjebak dan terjajah moralnya. Jumlah santri di pondok pesantren semakin bertambah pesat dan faktanya tahun ini santri di kabupaten madiun semakin meningkat, imbuhnya. Anam/01

Minggu, 19 Juni 2016

Seperti Kembali di Safari Ramadhan Perdana Karena Tema Yang Sama


"Panitia Safari Ramadhan angkatan ke-4 tahun 1347 H bersama murid TPA Masjid Al-Mansyur"
Tak terasa waktu berlalu sangat cepat, begitu cepat pula Ramadan yang hadir di tahun ini, dan hari ini sampailah pada pertengahan Ramadhan. semua masih berlomba dengan ibadah mereka, mencari barokah di bulan yang memang istimewa ini.
Tak mau kalah dan ketinggalan, serangkaian kegiatan telah dilakukan oleh Mahasiswa STAINU Madiun yang akan menjalankan agenda rutinan di setiap bulan Ramadan yaitu Safari Ramadhan. Safari yang mengusung tema sama dengan safari perdana yaitu tahun 2013/1434 H yaitu “Belajar dan berbagi di bulan yang suci” ini sudah berjalan selama dua pecan dan terlaksana dua kali kegiatan di dua tempat.
Safari pertama dilaksanakan di Masjid Al-Falah Klagenserut kecamatan Jiwan tepatnya tanggal 11 Juni 2016, agenda setiap tahun dijalankan akan tetapi kurangnya komunikasi dengan pengurus majid menjadi kendala di tempat ini, yang seharusnya ada agenda untuk belajar besama anak-anak TPA di masjid tersebut karena kurangnya komuikasi dengan pihak masjid, alhasil kegiatan tersebut tidak dapat terlaksana dengan maksimal.
Dan selanjutnya usai sholat tarawih di isi kultum dengan pembicara Moh. Munir Zuhdi, yang memang rumah beliau dekat dengan lokasi safari.
Minggu selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2016, dan berlokasi di Masjid Al-Mansyur Desa Kaligunting Kecamatan Mejayan. Untuk pengajaran TPA di isi dengan bercengkerama dengan dantri-santri TPA Majsid Al-Mansyur. Sayangnya pihak kampus tidak dapat menghadirkan Dosen sebagai pembicara dalam Kultum dan sebagai gantinya di isi oleh Drs. Ihsan M.Pd.I yang menjabat Sekertari PCNU.
Di tempat ini kegiatan disambut lebih hangat dari masyarakat sekitar, dan lebih banyak lagi jamaah dan anak-anak TPA yang sangat antusias dengan jalannya acara. “yang saya sayangkan adalah jamaah yang datang tidak banyak, karena terhalang oleh hujan deras sejak sore tadi, kalau biasanya masjid di penuhi jamaah” ujar Fanani yang menjadi Pengurus Masjid dan TPA di Masjid Al-Mansyur. Sebenarnya masjid ini adalah pusat kegiatan TPA yang ada di daerah tersebut, karena pada daerah tersebut TPA di bagi menjadi tiga tempat dalan salah satunya adalah TPA Al-Mansyur.
Ketika di tanya mengenai kegiatan safari yang dilaksanakan Mahasiswa STAINU Fanani berkomentar kalau acaranya kurang maksimal karena hanya terlaksana satu hari satu malam, “Pengennya kegiatan seperti ini di laksanakan tiga hari atau lebih, kalau hanya sehari semalam rasanya kurang, pendekatan dengan jamaah dan warga sekitar juga kurang.”
Memang acara seperti ini belum pernah di laksanakan di masjid ini, jadi acara-acara seperti safari Ramadan sepeti ini sangat diharapkan adanya untuk menarik minat masyarakat “terlebih lagi acara-acara seperti ini dapat memarik perhatian pemuda-pemuda sekitar, karena memang sangat banyak pemuda-pemuda yang ada disekitar masjid tapi kurangnya keaktifan dari mereka, jadi acara seperti ini sangat kami harapkan” tambahnya.
"Saat Lomba Cerdas Cermat berlangsung"
Tak hanya itu saja, pagi harinya pun di adakan lomba cerdas cermat tentang keagamaan dengan peserta anak-anak TPA Masjid tersebut. Dan pemberian hadiah juga dilakukan sebagai penghargaan yang bertujuan untuk mendongkrak semangat generasi muda agar terus belajar agama.

Harapnya kegiatan seperti ini agar semakin berkembang dan terus dilaksanakan setiap tahunnya. R: Anam (01), FG: Anam.

Sabtu, 30 April 2016

GUNAKAN FILM SANG KYAI SEBAGAI SENJATA

"Antusias masyarakat sekitar terlihat dari banyaknya jamaah yang datang memenuhi lokasi masjid"

saNUbari - Sudah hampir tiga tahun sudah sejak film ini di keluarkan, tepatnya dirilis pada 30 mei 2013 lalu. Sebagian besar kalangan sudah menonton film tersebut, film yang sangat mengispirasi para warga nahdliyin khususnya.
Malam tadi (30/4) bertempat di desa Garon Kecamatan Balerejo Madiun film ini kembali di putar. Dipanitiai oleh para mahasiswa STAINU Madiun terlebih BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang bekerja sama dengan takmir masjid Al-Mujahidin desa Garon Kecamatan Balerejo Madiun.

Selasa, 09 Februari 2016

Berkampanye mencegahan Radikalisasi Bersama Mantan Teroris

"Ust. Ali Fauzi Manzi adik AMrozi (Teroris) saat menyampaikan
materi tentang Radikalisme dan Terorisme"

Radikalisme Indonesia semakin marak dan belakangan teror-teror sering kali terjadi dan pengamanan ekstrapun sangat di perlukan. Disamping itu pemahaman masyarakat mengenai terorisme dan paham-paham radikalisme sangatlah minim oleh karena itu banyak kalangan yag akhir-akhir ini menyemangatkan untuk berkampanye mengenai hal yang berkaitan dengan mencegah paham radikalisasi dan terorisme di inidonesia dan salah satunya di lakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAI NU) Madiun. Dengan latar belakang tersebut mereka dengan semangat ikut mengampanyekan pencegahan terorisme dan paham radikalisasi di indonesia.

Jumat, 01 Januari 2016

Hujan Guyur Malam Pergantian Tahun 2016

"Ruas Jl. Pahlawan yang sepi pengunjung"
Madiun-Banyak yang menyayangkan dan kecewa pada malam pergantian tahun 2016 ini, karena hujan yang mengguyur mulai pukul tujuh sampai tengah malam.
Sama seperti tahun lalu. Sepanjang Jl. Pahlawan di tutup total untuk pelaksanaan CFN (Car Free Night) yang memang sudah diumumkan mulai pagi (31/12) untuk tidak dilewati kendaraan mulai pukul 18.00-01.00 WIB.

Kamis, 15 Oktober 2015

OSPEK 2105: Membangun karakter yang berakhlaqul karimah, berwawasan luas sesuai Ahlusunnah wal jamaah


Tahun ajaran baru sudah dimulai, dan tanggal 30 September 2015 yang bertepatan hari bersejarah untuk Kota Madiun yaitu memperingati hari pembantaian G30S PKI, sekitar 60 mahasiswa mengikuti masa-masa Ta’arufan atau OSPEK.
Bertempat di gedung NU Center Munggut pembukaan OSPEK di laksanakan, yang mengusung tema “Membangun karakter yang berakhlaqul karimah, berwawasan luas sesuai Ahlusunnah wal jamaah”

Minggu, 09 Agustus 2015

WISUDA PERDANA STAINU MADIUN: WISUDAWAN TERBAIK

"Penyerahan Penghargaan Kepada Wisudawan Terbaik"

10 Desember 2014 adalah tanggal yang paling di tunggu oleh Mahasiswa dilingkungan STAINU Madiun angkatan pertama, di tanggal inilah para wisudawan angkatan pertama di kukuhkan menjadi sarjana. Sebanyak 24 Mahasiswa yang tergolong 11 wisudawan dari prodi Bhs. Arab/Tarbiah dan 13 wisudawan dari Prodi Ekonomi Syariah/Syariah.
Bertempat di Hotel Merdeka Madiun yang dihadiri seluruh dosen dan mahasiswa, STAINU Madiun turut mengundang kepala sekolah dari berbagai SMA, SMK, MA di Madiun. Selain itu STAINU Madiun mengundang MWCNU dari setiap kecamatan dan juga banon-banon NU lainnya. Bukan hanya itu saja, dalam Wisuda Pertama ini STAINU juga mengundang Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yaitu Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A yang menjadi pembicara saat Orasi Ilmiah.