Kamis, 21 Oktober 2021

Semarak Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan Hari Santri Nasional 2021

 lpmsanubari.blogspot.com ~ Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun dan juga UKM-UKM lainya berkerja sama ikut menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan juga dengan Hari Santri Nasional, semua berbondong-bondong untuk mengikuti kegiatan ini dengan suka cita. 

Meski masih dalam pemulihan dampak dari PPKM, yang mana tidak semua mahasiswa dan dosen dapat mengikuti kegiatan, dan masih dengan menerapkan protokol kesehatan, acara yang terlaksana kemarin malam sangat meriah dan dapat menggugah semangat mahasiswa dalam berkegiatan. 



Dengan adanya agenda STAINU Bershalawat ini di harapkan dapat mengawali kegiatan-kegiatan kemahasiswaan untuk kedepanya. 

Drs. Nurhadi, M.Pd selalu Waket 3 bidang kemahasiswaan yang turut hadir menyampaikan, bahwa dengan adanya kegiatan ini kampus sangat mengapresiasi, dimana dalam keadaan pandemi yang belum pulih seratus persen ini, mahasiswa dapat mengadakan kegiatan dengan baik, bahkan dalam perencanaan dan persiapan yang tidak terlalu lama.

Beliau juga menyampaikan bahwa untuk kedepanya, kampus juga sedang menyiapkan agenda lainya seperti Pelantikan BEM dan juga Wisuda. 

Selain itu, Imron Masruri selaku anggota dari UKM Albanjari Mustofa Adnan juga menyampaikan harapan besarnya, yang kami (red) hubungi melalui pesan singkat, dimana ia tak dapat hadir di karenakan jadwal yang bersamaan dengan agenda shalawat di luar kampus, Imron berharap, dengan adanya kegiatan shalawatan ini dapat menumbuhkan kader-kader penerus untuk menghidupkan lagi UKM Albanjari yang telah ia rintis bersama anggota-anggota yang lain.


Oleh: Dika

Editor: Anam

Jumat, 24 September 2021

HIDUPKAN LAGI ORGANISASI MAHASISWA YANG VAKUM

"Gambar: Ilustrasi"


Usai PPKM yang hampir 3 tahun lamanya, dan tak pernah ada kegiatan kemahasiswaan, minggu ini sebagian mahasiswa mulai menghidupkan kembali organisasi-organisasi yang sempat vakum, meski masih ada satu dua Ormas yang belum hidup kembali. 


Badan Eksekutif Mahasiswa khususnya atau biasa di singkat BEM, hari ini (24/09) telah menentukan Pemimpin baru dan menunjuk Agil Prasetya Mahasiswa Bahasa Arab semester lima sebagai Presiden Mahasiswa menggantikan Yusuf Fatkhurrohman yang memang sudah berakhir masa jabatannya sebelum PPKM dan perkuliahan daring. Pemilihan Ketua BEM yang baru ini dilakukan secara Aklamasi dalam diskusi yang di pimpin oleh Muhammad Hamdan M.Pd yang juga merupakan Dosen STAINU Madiun. 


Pada tahun ini juga, HIMAPRODI Bahasa Arab yang dari dulu berjalan tanpa struktural organisasi, juga menunjuk Ketua baru yaitu Rifki Fauzan Akrom Mahasiswa Bahasa Arab Semester Tujuh. Meskipun sudah di tunjuk Ketua baru, struktural organisasi HIMAPRODI masih belum resmi dan masih harus menunggu Presiden Mahasiswa di aktifkan, karena HIMAPRODI garis haluan organisasnya berada di bawah naungan BEM. Di harapkan dengan adanya pengurus yang di bentuk, HIMAPRODI dapat berjalan secara struktural dan lebih baik lagi. 


Meski demikian tak dapat di pungkiri, masih ada dua organisasi mahasiswa yang vakum sampai saat ini yaitu Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SANUBARI dan Al-Banjari Musthofa Adnan, harapan kedepanya semoga segera di adakan regenerasi kepengurusan dalam dua organisasi tersebut./ A6/01

Jumat, 24 April 2020

Safari Ramadhan dan Serangkaian Kegiatan di dalamnya di Tiadakan.

"Safari Ramadhan tahun 2018 di Sawahan" 

Satu bulan sebelum puasa biasanya sudah mulai terlihat aktifitas dari mahasiswa-mahasiswi yang mempersiapkan agenda Safari Ramadhan. Karena sudah menjadi agenda resmi tahunan yang selalu di gelar selama beberapa hari di bulan ramadhan mulai dari mahasiswa angkatan pertama sampai tahun kemarin.

Selasa, 01 Oktober 2019

Tidak Ada Pelantikan Pengurus BEM baru. Kemana BEM lama?

"Hanya ada beberapa pengurus BEM yang terlihat di PBAK" 

Sudah seperti adat, ketika di mulanya PBAK (Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus) atau ajaran baru Badan Eksekutif Mahasiswa pun juga beregenerasi, pengangkatan atau pelantikan kepengurusan BEM baru biasanya akan di laksanakan pada saat hari pertama PBAK. Namun untuk tahun ini tak ada pelantikan, bahkan sebelumnya tak ada pelaksanaan pemilu BEM.
Pertanggungjawaban menjalankan dan menghandle acara PBAK seharusnya juga di awasi oleh BEM baru namun kemarin BEM lama hanya membebankan semua kepada panitia yang di tunjuknya, bahkan Ketua BEM tak menunjukkan dirinya di acara PBAK.
Selain itu masih tak ada kabar pasti mengenai Pemilu Raya BEM, pun tak ada kabar pembentukan PPU (Panitia Pemilihan Umum) BEM. Sampai hari tulisan ini di publikasikan.
Untuk selanjutnya diharapkan BEM dan PPU segera berkoordinasi untuk pelaksanaan Pemilu untuk memilih kepengurusan BEM selanjutnya. /A6

Panitia PBAK kebingungan, namun PBAK dapat berjalan lancar.


"Peserta PBAK 2019 saat memyanyikan lagu Indonesia Raya" 

Pelaksanakan PBAK tahun ini bisa berjalan lanjar meski sejatinya terasa di paksaan. Yang membuat merasa seperti pakasaan adalah karena berawal dari pembentukan panitia PBAK, panitia di tunjuk olrh BEM dan tak ada koordinasi pasti ketika penunjukan panitia PBAK ini, alhasil panitia kocar kacir menghandle acara karena tak tau apa-apa yang mayoritas masih baru pertama kali memegang acara semacam ini. 
Kendati demikian, semua dapat teratasi dengan sedikit arahan dari mahasiswa senior dan dapat berjalan sebagaimana mestinya. 
Seperti tahun-tahun sebelumnya dimana runtutan acara tidak jauh beda. Di awali dari beberapa sambutan, mulai dari Ketua STAINU Drs. H. Dimyati, M.Pd. Dan untuk selanjutnya sambutan juga pengenalan prodi dari masing-masing kaprodi, dimulai dari Kuswoyo, M.Pd.I sebagai Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Agus Toni, MA sebagai Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan juga Dwi Runjani, M.H.I sebagai Kaprodi Ekonomi Syariah (ES), dan untuk Arif Shaifudin M.Pd.I selaku Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) tahun ini belum bisa hadir. 
Selain pengenalan dari tiap-tiap prodi, ada juga pengenalan kegiatan Ekstra dan Intra kampus seperti PMII dan juga LPM, yang harapannya mahasiswa tidak hanya sebatas kuliah saja, namun dapat berorganisasi di dalam maupun di luar kampus agar ilmu yang di dapatkan lebih luas. 
Pada hari terakhir PBAK juga di sampaikan mengenai SIAKAD oleh Farid Saiful dan Titin Yuliana, yang nantinya akan memuat semua hal dan informasi mengenai perkuliahan yang akan di laksanakan. Dan pada malam harinya di adakan Pensi oleh seluruh peserta Maba juga pemutaran vidoe vlog yang di ikuti tiap kelompok peserta Maba. /A6

Jumat, 19 Juli 2019

SEKITAR 38 MAHASISWA DI BERANGKATKAN

"Peserta KPM berfoto bersama DPL dan Ketua STAINU" 
lpmsanubari (20/7), KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) tahun ini di laksanakan di dusun Deles Desa Ketandan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Sebanyak 38 mahasiswa mengikuti KPM tahun ini yang berasal dari mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah, Muamalah, PBA, dan PIAUD.
Hari ini di laksanakan upacara ceremonial pemberangkatan peserta KPM, para peserta di berangkatkan dari kampus oleh Ketua STAINU H. Dimyati, M.Pd. 
Meski ada beberapa peserta yang telat, namun acara pemberangkatan KPM hari ini berjalan lancar. 
H. Dimyati berpesan kepada seluruh peserta bahwa dalam pelaksanaan KPM, semua membawa nama baik Kampus, jadi di harapkan para mahasiswa KPM bisa menjaga diri dan juga almater karena semua kegiatan yang nantinya akan di laksanakan nanti selalu di pandang oleh masyarakat. 
"Jangan sampai posko kosong
Semua kegiatan di dokumentasikan dan di catat, kita adalah tamu dan harus mengikuti dan manut sama tuan rumah, bisa membawakan diri dengan background kampus yang berjalan dasar ahlussunah waljamaah." tambahnya. 
Kemudian, mahasiswa nanti di harapkan bisa mengatasi dan membantu permasalah-permasalahan yang berkaitan berkalitan dengan kemasyarakatan terlebih hal-hal yang berkaitan dengan ahlussunah. A6. 

Kamis, 07 Maret 2019

HUJAN TERUS MENGGUYUR MEMBUAT AIR TAK KUNJUNG SURUT



            Pagi tadi Tim SAR masih berupaya mengevakuasi korban banjir yang masih terjebak dengan menggunakan perahu karet. Terutama di Desa Garon Kecamatan Balerejo, beberapa ibu-ibu dan juga anak-anak berhasil di amankan dan di bawa ke posko yang berada di Kantor Kecamatan Balerejo.
            Saat ini di Desa Garon Kecamatan Balerejo, air setinggi mata kaki juga masih mnggenangi ruas jalan utama Madiun-Caruban, selain itu di desa Klubuk, air kembali naik karena subuh tadi hujan mengguyur hingga pukul 8 pagi.
"Ruas jalur utama Madiun-Caruban yang masih terendam banjir"

Hingga hari ini (7/3) sudah banyak relawan dan juga bantuan berdatangan dari berbagai kalangan. Saat ini ada empat posko yang siap menampung bantuan yaitu Kantor Kecamatn Balerejo, Kantor Desa Klumutan Saradan, Pasar Baru Caruban, dan Dapur umum Desa Ngampel Mejayan.
Bantuan yang dibutuhkan untuk saat ini adalah pakaian layak pakai, sembako, dan juga obat-obatan. Selain bantuan tersebut yang masih di perlukan adalah bantuan tenaga relawan khususnya di waktu malam hari.
"Gubernur Jawa Timur Khofifah di dampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami saat mengunjungi Posko bencana banjir"

Siang ini sekitar pukul 11.30, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, M.Si juga sudah tiba di lokasi bencana dan memantau korban banjir di Posko Kantor Kecamatan Balerejo. Khofifah juga memberikan bantuan kepada korban banjir yang di dampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami.  (F/A6)

Selasa, 26 Februari 2019

HARI PERTAMA MASIH SEPI



"suasana kampus yang masih sepi)

(26/2) Hari pertama memasuki perkuliahan semester genap STAINU Madiun masih terlihat sepi, hanya beberapa mahasiswa yang berlalu lalang dan terihat ngobrol di depan kelas mereka, perkuliahan yang seharusnya terjadwal pukul 13.00 WIB masih belum terlihat aktifitasnya.

Senin, 08 Oktober 2018

BELUM JUGA DILANTIK. LALU KAPAN?



Kepengurusan Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) periode 2017/2018 yang di pimpin oleh Jaelani sudah purna, dan pada tanggal 25/05/18 lalu sudah diakukan Pemilu Raya BEM STAINU Madiun untuk periode 2018/2019 yang mana calon terpilih adalah Yusuf Fadkurrohman sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) dan Siti Muyasaroh sebagai Wakilnya yang mendapatkan suara sebanyak 31.8%.

Jumat, 17 Agustus 2018

UPACARA KEMERDEKAAN INDONESIA DI TEMPAT KPM




17 Agustus merupakan suatu momentum sakral yang di peringati bangsa ini, di tanggal inilah bangsa Indonesia mendapatkan kemerkedaannya. Dan untuk memperingatinya, upacara bendera di laksanakan untuk menghormati perjuangan para palawan yang sudah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Hari ini (17/8/18) upacara peringatan kemerdekaan Indonesia juga di laksanakan di Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun, lebih tepatnya di lapangan lingkungan Kantor Kecamatan Gemarang. Upacara tersebut di ikuti oleh para pegawai pemerintahan dan jajaran perangkat sekecamatan Gemarang, selain itu juga di ikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA sederajat sekecamatan Gemarang.
(Barisan Mahasiswa KPM STAINU Madiun)

Mahasiswa STAINU Madiun yang sedang menjalani KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) di pun tidak ingin ketinggalan untuk mengikuti upacara peringatan kemerdekaan ini. Beberapa mahasiswa yang berasal dari dua posko yaitu posko yang berada di Desa Gemarang dan Posko yang berada di Desa Sebayi ini pun juga terlihat mengisi barisan yang berjejer rapi.

Upacara berlangsung khidmad, dan sore harinya, beberapa mahasiswa KPM juga ikut serta dalam upacara penurunan bendera di lapangan yang sama. A6

Rabu, 15 Agustus 2018

LAGI, KALI INI UNTUK KORBAN GEMPA DI LOMBOK NTB

"Salah satu pengguna jalan yang memberikan sumbangan" (foto oleh: Wahyu S.W) 

Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada hari Minggu 5 Agustus kemarin menyisakan duka yang mendalam bagi para korban, banyak yang kehilangan tempat tinggal karena sudah di luluh lantakkan oleh gempa yang berkekuatan hampir 7 SR tersebut. Bukan hanya rumah, gedung perkantoran dan puluhan bahkan ratusan gedung sekolah juga ikut rata dengan tanah.
Menurut informasi yang di kutip oleh Tirto.id, mulai tanggal 5 hingga 13 Agustus 2018, sudah tercatat 593 kali gempa susulan, yang untungnya tidak berdampak terjadinya tsunami, namun dengan gempa susulan yang datang sebanyak itu semakin menambah status untuk selalu waspada.
Sore ini (15/8/18), sekitar pukul 15.00 WIB hingga selesai, Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun yang bekerja sama dengan pihak kampus dan dosen, mengadakan galang dana untuk korban bencana gempa bumi di Lombok NTB.
Lokasi yang di ambil dalam penggalangan dana ini ada di beberapa titik, salah satunya adalah simpang lima Madiun, targetnya yaitu para pengguna jalan yang berhenti di lampu traffic.
Di lihat dari penggalangan dana yang di lakukan oleh Mahasiswa STAINU Madiun ini, para pengendara nampak antusias, dan tidak sedikit pula yang ikut membantu menyumbang untuk para korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat tersebut. A6/WS

Selasa, 12 Juni 2018

SEMPAT MEMBUAT MACET BEBERAPA MENIT



Ramadhan merupakan momen spesial dan tidak sedikit orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, selain momen buka bersama yang sudah umum di lakukan salah satu yang mulai ramai di lakukan ketika ramadhan khususnya ketika menjelang berbuka puasa adalah bagi-bagi ta’jil.
Banyak komunitas, organisasi, atau lembaga-lembaga yang berbondong-bondong untuk bagi ta’jil di pinggir jalan atau juga di sekitar lampu pemberhentian, momen ini juga di gunakan mereka untuk memperkenalkan organisasi, komunitas, atau lembaga yang mereka tempati.
Begitu juga dengan beberapa mahasiswa STAINU Madiun yang juga memanfaatkan beberapa menit menjelang buka puasa ini untuk berbagi ta’jil yang di laksanakan di depan kampus yaitu di sepanjang jalan Jenderal Sudirman No 08 Madiun.


Bagi ta’jil ini sebagai penutup dari serangkan kegiatan selama bulan ramadhan yaitu Safari Ramadhan yang sudah berlangsung tiap tahun.
Sayangnya kuota ta’jil yang di bagikan belum terlalu banyak, karena perencanaannyapun juga mepet, di harapkan untuk tahun depan dapat membuat ta’jil lebih banyak lagi dan pelaksanaannya lebih maksimal lagi.
Tidak hanya membagikan ta’jil saja, mahasiswa STAINU juga membagikan brosur Pendaftaran Mahasiswa Baru untuk lebih mengenalkan Kampus STAINU Madiun ke masyarakat. /A6/


Jumat, 25 Mei 2018

TAK ADA 50% PEMILIH DALAM PEMILU BEM TAHUN INI


Sebanyak dua pasangan calon Presma bersaing dalam pemilu Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2018/2019 ini. Dua pasangan calon yang bersaing adalah Yusuf Fadkurrohman dan Siti Muyasaroh pada nomor urut 1 yang merupakan usungan dari Jurusan Tarbiah, kemudian Yulinar Puspitasari dan Andi Choirul Muttaqin pada nomor urut 2 yang membawa nama Jurusan Syariah.
Pelaksanaan pemilu tahun ini terbilang lebih awal dari tahun kemarin, karena jika terlalu akhir semester di khawatirkan berbenturan dengan kalender akademik kampus yaitu UAS. Dalam pemilu tahun ini juga terlaksana lebih matang dari tahun-tahun sebelumnya, terbukti dengan adanya pembentukan PPU (Panitia Pemilihan Umum) BEM STAINU Madiun yang di ketuai oleh Wahyu Sugeng W dari semester 4 yang juga menjadi anggota BEM sebelumnya, selain itu ada juga beberapa mahasiswa yang masuk dalam keanggotaan PPU.
Pemilihan terlaksana selama 4 hari mulai tanggal 22-25 Mei 2018. “Pelaksanaan dilakukan selama empat hari agar lebih mudah dalam pengumpulan surat suara, karena jam kuliah tiap prodi tidak sama dan akan sangat sulit untuk mengumpulkan semua prodi dalam sehari” tutur Wahyu.
Meskipun pelaksanaan pemilihan dilaksanakan 4 hari, namun ada yang sangat di sayangkan yaitu tidak bisa mendapatankan seluruh suara dari mahasiswa mulai dari semester 2 sampai 6. Menurut pengamatan dan hasil penghitungan yang kami lakukan (:red) hingga penghitungan surat suara kenmarin sore (25/5) pada pukul 14.10 WIB, hanya ada 46.3% suara yang memberikan hak pilih mereka, dan sebanyak 53.7 % golput.
Dalam pemilu tahun ini pasangan nomor urut 1 yaitu Yusuf Fadkurrohman dan Siti Muyasaroh mendapatankan 31.8% suara, sedangkan pasangan nomor urut 2 yaitu Yulinar Puspitasari dan Andi Choirul Muttaqin mendapatkan 6.3% suara. Kemudian sebanyak 8.2% suara tidak sah. Dan pada akhirnya di menangkan oleh pasangan nomor urut 1 Yusuf Fadkurrohman dan Siti Muyasaroh. /A6

Minggu, 21 Januari 2018

KOKOHKAN PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN: Melawan paham-paham pemecah belah NKRI




Dr. Wawan H. Purwanto saat menyampaikan Materi

Setelah  sukses dengan seminar tahun lalu yang bertema radikalisme (baca disini)  dengan di narasumberi oleh Ali Fauzi Manzi M.Pd.I yaitu adik dari Amrozi (teroris) sekaligus perakit bom dan juga mantan dari teroris, dengan tujuan seminar tersebut adalah untuk melawan gerakan-gerakan radikalisme yang berkembang juga menanamkan kecintaan para generasi pemuda khususnya pelajar kepada NKRI, maka Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun menindak lanjuti kegiatan tersebut dengan melaksanakan seminar yang kedua kalinya sebagai kelanjutan dari seminar tahun lalu.
Kemarin (20/01) BEM mengadakan seminar lanjutan yang bertempat di Gedung Diklat yaitu Seminar Nasional Kebangsaan dengan tema “Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan“. Seminar ini bertujuan untuk mengokohkan persatuan di balik keberagaman guna memperkuat nasionalisme, selain itu juga untuk memperkuat kecintaan para generasi muda dalam mencintai NKRI yang pada akhir-akhir ini dirasa sudah mulai luntur, seperti yang di tuturkan oleh PK III H. Dimyati, M.Pd yang mewakili sambutan dari Ketua STAINU Madiun.
Seperti yang kita lihat saat ini bahwa mudahnya pengaksesan internet khususnya media social menjadi ladang empuk untuk menyebarkan HOAX atau berita-berita palsu, penyebaran ajaran radikal, penyebaran pemahaman dari beberapa aliran yang berusaha melemahkan NKRI yang tidak berediologi  Pancasila.
“Doktrin terorisme dan radikalisme masa kini memberdayakan internet atau media social sehingga diperlukan pengetahuan dan nalar yang kuat dalam berselancar di dunia maya” ujar Dr. Wawan H. Purwanto yang merupakan Tim Ahli Badan Nasional Penanggulangan Teroris yang menjadi salah satu Narasumber dalam seminar ini.
Selain itu Letkol Inf. Rachman Fikri, S.Sos yang merupakan Komandan Kodim 0803 Madiun juga menyampaikan bahwa “perang saat ini tidak menggunakan perang konvensional, namun saat ini musuh menggunakan metode proxy war, yaitu sebuah metode perang tanpa menggunakan kekuatan fisik yang menggunakan taktik pecah belah atau adu domba terhadap target sasaran” jika kita sebagai pengguna media social tidak hati hati maka kita sebagai generasi muda khususnya para pelajar akan terjerumus dalam penghasutan dan pengadu dombaan tersebut, “jika bangsa yang menjadi target tersebut  sudah melemah maka perlahan pihak musuh tersebut akan mengambil alih” tambahnya.
Seminar ini di hadiri oleh 400 peserta lebih, mengundang pihak pemerintahan kota dan kabupaten dan juga perwakilan perguruan tinggi se-kota/Kabupaten madiun, Perwakilan SMK, SMK dan MAN se-Kota/Kabupaten Madiun, juda Perwakilan SMP/MTs se-Kota/Kabupaten Madiun.
Dengan terlaksananya seminar nasional kebangsaan ini diharapkan dapat menambah rasa kecintaan para generasi muda kepada NKRI, tidak mudah terprovokasi dalam bermedia social, juga membentengi diri dengan semangat nasionalisme dalam berideologi Pancasila dengan tetap menjunjung kebhinekaan. (01)

Minggu, 24 September 2017

Istighotsah di Taman Makam Pahlawan Madiun


Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2017/2018



MULAI PUISI CINTA TANAH AIR SAMPAI TEATRIKAL

"Penampilan salah satu kelompok pada malam pensi (pentas seni)"

Masa taarufan atau Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan oleh mahasiswa baru berlangsung pada tanggal 22-24 september 2017. Dengan peserta lebih dari 60 mahasiswa baru, mereka semua berkenalan dengan kampus, mahasiswa serta sesama mahasiswa baru
Berbeda dengan kampus-kampus pada umumnya yang mayoritas pelaksanaan OSPEK atau yang sekarang di kenal dengan PBAK, dimana pelaksanaannya identik dengan perpeloncoan yang dirasa sebagai ajaang balas dendam seperti masa orientasi mereka dulu, dengan mengerjai mahasiswa-mahasiswa baru. Namun di STAINU Madiun, pihak kampus dan terutama BEM berusaha menghilangkan adat perpeloncoan dan menggantinya dengan penyaluran kreatifitas mahasiswa baru.

Minggu, 10 September 2017

SELEKSI MAHASISWA PROGRAM BEASISWA MADRASAH DINIYAH

"Pengarahan dan persiapan ujian seleksi"

Salah satu upaya pemerintah provinsi Jawa Timur dalam pengembangan Madrasah Diniyah (Madin) adalah memberdayakan guru-guru yang mengabdi atau mengajar di setiap Madin yaitu dengan cara memberikan beasiswa. Dengan adanya program beasiswa untuk guru-guru Madin tersebut dimaksudkan untuk membekali para guru Madin dengan ilmu perkuliahan untuk mengelola dan mengembangkan Madrasah Diniyah yang mereka tempati.

BERITA ACARA KEPUTUSAN TIM PENGUJI